Home / News SMK Telkom / Fragmentasi Komunikasi

Fragmentasi Komunikasi

Smartphone, OTT dan Fragmentasi Komunikasi

Sumber: http://www.totaltele.com/view.aspx?C=0&ID=475548

Oleh. Tyntec dan MobileSQUARED

 Keberadaan smartphone dewasa ini membawa dampak terhadap beragamnya ketersediaan layanan komunikasi disamping layanan suara maupun pesan singkat (SMS) yang diberikan oleh operator. Mayoritas penyedia layanan yang kerap disebut dengan layanan komunikasi Over the Top (OTT) ini tidak membuka fungsi cross-platform (antar platform) dan membatasi keterjangkauan layanannya.

Sebagai konsekuensinya kemunculan layanan OTT tersebut telah menciptakan era fragmentasi komunikasi dimana pelanggan tidak bebas berkomunikasi di luar ‘pagar’ yang dibuat oleh penyedia layanan. Kelemahan itu sebetulnya membuka kesempatan bagi para operator untuk mengambil peranan penting membuat layanan OTT mereka sendiri dan menghasilkan revenue dari layanan tersebut di tengah pencarian mereka terhadap model bisnis baru serta menanggulangi penurunan revenue yang bersumber dari layanan suara dan pesan singkat (SMS).

 Skype adalah OTT yang memiliki paling banyak pengguna, yaitu 900 juta pengguna dengan lebih dari 1 miliar menit sehari panggilan gratis dengan angka fungsi offline (baik untuk mobile maupun koneksi tetap) 40 juta menit per hari. Skype kini menjadi penyedia layanan OTT, seperti halnya Facebook yang juga disebut social media.

Bila Skype menyediakan layanan untuk suara, lain halnya dengan WhatsApp yang menyediakan aplikasi untuk layanan pesan. Berdasarkan data pengunduhan, mobileSquared memperkirakan WhatsApp memiliki 75 juta pengguna dan akan bertambah hingga 250 juta hingga Tahun 2016. Saat ini, pengguna WhatsApp mengirim 2 miliar pesan per hari atau rata-rata 27 pesan per pengguna per hari.

Disamping Skype dan WhatsApp, sekarang terdapat banyak media komunikasi untuk para pengguna smartphone. Pada 2016, penetrasi smartphone dunia akan menduduki bagian 39% dan itu berarti sepertiga pengguna alat komunikasi bergerak akan dapat mengakses layanan OTT melalui smartphone mereka.

‘Pagar’ antar OTT

Pengguna iPhone dapat berkirim pesan melalui SMS, iMessage, Facebook, WhatsApp, Viber dan Skype ke sesama pengguna lain. Selama layanan OTT berkembang, akan lebih banyak perusahaan dan developer yang ambil bagian dan membanjiri pasar dengan layanan OTT.

Periode ini dapat disebut sebagai fragmentasi komunikasi dan operator yang mengerti betul untuk mengeruk keuntungan dalam periode tersebut akan menjadi operator yang terbaik dan mampu menutup penurunan revenue suara dan pesan singkat dengan layanan OTT.

Kebiasaan sekaligus yang dianggap kekurangan dalam bisnis OTT adalah isu interoperabilitas, maka dari itu mobileSquared melakukan penelitian terkait dengan fenomena smartphone, OTT dan fragmentasi komunikasi dan salah satunya berusaha mengidentifikasi tiga isu utama dari interoperabilitas :

 1. Ketiadaan interoperabilitas antar perangkat dan OS (seperti halnya BBM, iMessage)

2. Sedikitnya aplikasi untuk interoperabilitas (Whatsapp, Viber)

3. Kurangnya interoprabilitas dengan feature untuk menelpon dan perangkat non-IP-based

Setiap orang dengan sebuah smartphone dapat mengunduh WhatsApp dan mengambil alih aplikasi yang membatasi diri dari cross platform seperti BBM dan iOS. Bagaimana pun, pembatasan vertikal dari satu model hanya berotasi 90 derajat dengan model horizontal yang dimiliki WhatsApp, dimana pengguna hanya dapat terhubung dan berkirim pesan gratis dengan sesama teman pengguna WhatsApp. Alih-alih melihat OTT dari vertikal dan horizontal perspektif, masing-masing penyedia layanan malah membangun yang seringkali dinamakan ‘kebun berpagar’.

Baru-baru ini, ketiadaan interoperabilitas yang disebut juga sebagai sebuah fragmentasi komunikasi adalah kelemahan dari OTT yang dapat dimanfaatkan operator sebagai kesempatan menawarkan solusi sebagai daya tarik penjualannya. Namun para operator harus mengerti bahwa kesempatan tersebut kecil karena pasar sangat cepat berubah dimana beberapa aktivitas yang diambil bisa jadi berbiaya sangat mahal.

Sementara para operator berpangku tangan, bakat-bakat baru dalam hal OTT bermunculan. WhatsApp dan Viber telah menumbuhkan jumlah pengguna dengan begitu cepat bahkan sebelum pengguna Facebook mendapatkan ‘like’ dan layanan messenger-nya di-mention pengguna. Yang perlu digarisbawahi adalah semakin lama semakin banyak pihak non-operator yang akan bercokol di layanan OTT. Makin luas jangkauan layanan OTT, ketiadaaan interoperabilitas makin dirasa tidak penting. Mengapa harus meruntuhkan ‘pagar-pagar’ yang ada bila setiap orang telah berada di kebun yang sama?

Riset Layanan OTT: Bagaimana para Operator mampu mengatasi Fragmentasi Komunikasi

mobileSquared mengadakan penelitian antara Mei hingga Juni 2012. Data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan data dari penelitian serupa yang dilakukan di kuartal 3 2011. Latar belakang riset mobileSquared didasarkan pada data berlangganan, bukan pelanggan dan faktor yang memengaruhi konsumer dalam memiliki lebih dari satu smartphone.

Latar belakang yang diambil juga didasarkan pada pengguna smartphone dari 68 pasar teratas perangkat mobile dunia. Total pengguna perangkat mobile dan smartphone berasal dari data mobileSquared dari riset yang telah dilakukan terhadap 20 pasar teratas perangkat mobile. 48 sisanya diteliti sebagai bagian dari proyek 2012.

Total pelanggan OTT dan pertumbuhan pelanggan OTT dihitung berdasarkan penetrasi rata-rata pelanggan yang diidentifikasi oleh para operator selama berlangsungnya riset dan diaplikasikan dalam smartphone oleh para penggunanya. Skype dan WhatsApp termasuk aplikasi yang paling populer yang ditemukan pada saat riset, keduanya menyediakan layanan yang paling banyak dimanfaatkan oleh para pengguna smartphone dibanding aplikasi lain.

Frekuensi trafik suara (voice traffic frequency) dihitung berdasarkan trafik Sykpe pada saat online, termasuk proyeksi pertumbuhannya; sedangkan trafik pesan (messaging traffic) dihitung berdasarkan trafik yang terjadi melalui WhatsApp, termasuk pertumbuhannya selama periode riset. Biaya yang dikeluarkan pengguna diperkirakan berdasarkan tingkat variable antara $0.015, $0.025, $0.035 dan rate secara universal yakni $0.006 untuk biaya panggil dan rate tetap $0.01 untuk SMS.

Narasumber Riset :

AT&T, EverythingEverywhere, T-Mobile Czech Rep, Orange LA, Telefonica Spain, Telenor, TeliaSonea, Sprint, T-Mobile International, 3UK, Tigo, T-Mobile UK, Bouygues Telecom, MTS, Vodaphone Italy, Turk-cell, H3G italy, Orange France, Zain, 02 UK, Tele-kom, BanglalinkGSM, CYTA, Starhub, Maxis, Tele-cable, Vodafone UK, Orange UK, T-Mobile Germany, Vodafone Germany, Orange Poland

NB : Tidak semua operator bersedia ditampilkan dalam daftar

Bagikan:

About admin-skatel

Check Also

Daftar Registrasi Ulang PPDB TP 2019/2020 Periode Juni 2019

Adik adik SMP atau MTs dimana saja berada. Yang belum kebagian kuota zonasi karena faktor …

Leave a Reply