Home / News SMK Telkom / Muhammad Arga Widiyantoro Relawan Muda Padamkan Api

Muhammad Arga Widiyantoro Relawan Muda Padamkan Api

arga-widiyantoroMuhammad Arga Widiyantoro atau yang akrab disapa Arga adalah siswa SMK Telkom Banjarbaru yang minggu ini menginspirasi semua orang yang melihat kegigihannya terjun langsung dalam pemadaman kebakaran hutan di Palangkaraya.

Setiap Jum’at sore arga dan rombongan relawan lain berangkat menuju Palangkaraya. Perjalanan kurang lebih 5 jam dan tiba dini hari, pada pagi harinya Arga dan tim langsung mengadakan briefing kemudian langsung menuju lokasi kebakaran, untuk melakukan pemadaman dan pendinginan pada titik-titik api.

Arga remaja berusia 15 tahun ini sudah terdaftar menjadi relawan di sekolah relawan dan tangan-tangan relawan.
Arga juga sudah mengikuti pelatihan DLT di tahun 2018. Apa itu DLT ?
“DLT atau Disaster Leadership Training yaitu pelatihan untuk menyiapkan para relawan berkapasitas menjadi seorang leader dalam menangani bencana. Dimana disana diajari tentang fase bencana atau siklus bencaba, mulai dari pregentive, metigasu, prepareness, emergency, dan recovery”. (Cr fb : Bang Awan)

Saat sudah mengikuti pelatihan DLT barulah para relawan bisa terjun langsung kelapangan, contoh nya seperti Arga yang terjun langsung ke lokasi untuk pemadaman api dan pendinginan lahan kebakaran hutan di Palangkaraya.

Arga yang aktif mengikuti kegiatan volunteer ini tetap tidak lupa mengerjakan kewajibannya sebagai pelajar. Semua tugas-tugas dikerjakan nya saat dalam perjalanan.
“Karna tugas-tugas dari sekolah diberikan melalui GAFE (Google For Education) berbasis online, jadi saya bisa mengumpul tugas dimana saja. Saat menuju kelokasi kebakaran, saya mengerjakan tugas didalam mobil, kemudian mengirimkannya”, ujar Arga.

Orang tua Arga, Bapak Eko Subiyantoro dan Ibu Ida Widarsih sendiri juga aktif dalam kegiatan volunteer. Dari sini lah keinginan Arga menjadi seorang relawan tumbuh, karena terbiasa berada dilingkungan yang peduli terhadap sesama.
“Arga adalah copy paste masa remaja saya, yang enggan diundang temannya keacara ulang tahun dan lebih memilih berjalan ke Gunung. Arga lebih memilih menghabiskan akhir pekannya di rumah sakit atau Rumah Singgah Kanker Anak (Rumah Kita). Menemani adik-adiknya para penyitas kanker dari pada kongkow (nongkrong) sampai larut malam dengan teman-temannya”, tulus ayah Eko (via fb:Eko Subiyantoro)

Saat ditanya, mengapa kamu tertarik menjadi relawan ?
Arga menjawab,”Saya merasakan apa yang para korban rasakan, bayangkan saat kita yang menjadi korban, pasti senang rasanya bila ada orang lain yang mengulurkan tangan untuk membantu. Saya mendapatkan perasaan senang, saat melihat orang lain senang karna ada yang membantu mereka”.

Semoga cerita Arga ini dapat menginspirasi para generasi muda Indonesia dengan jiwa simpati dan manusiawi nya.
Sukses selalu anak kami Arga. Jangan pernah lelah membantu terhadap sesama.

Bagikan:

About admin-skatel

Check Also

Daftar Registrasi Ulang PPDB TP 2019/2020 Periode Juli 2019

Sehubungan dengan seleksi PPDB Tahun Pelajaran 2019/2020 terhitung calon peserta pendaftaran bulan Juli 2019. Berikut …

Leave a Reply